manusia berubah ketika status mereka berubah. Hanya beberapa orang yang mengingat seperti apa hidupnya dahulu

Total Tayangan Laman

Entri Populer

Rabu, 02 November 2011

inventasi"keajaiban dunia yg ke8 adalah sistem bunga berbunga

Investasi memang berisiko, tetapi tidak berinvestasi lebih berisiko lagi.”

Setelah memiliki kelebihan dana, kita siap untuk melakukan investasi. Tentunya, investasi dilakukan karena ada tujuan. Pada umumnya, tujuan investasi adalah untuk berjaga-jaga. Banyak orang mengatakan bahwa salah satu kepastian dalam hidup ini adalah ketidakpastian. Saat ini, orang semakin sadar bahwa kenikmatan yang kita alami saat ini bisa saja tiba-tiba hilang esok harinya. Hidup manusia selalu dikelilingi dengan risiko, baik ringan maupun besar. Untuk tujuan berjaga-jaga inilah kita melakukan investasi sehingga diharapkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan setara tiba-tiba, dalam hal keuangan, kita masih memiliki cadangan untuk mengatasinya.

Tujuan kedua dari invesatsi adalah mendapatkan keuntungan. Kita melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek berupa kenaikan nilai dari jumlah dana yang kita investasikan. Sebagai contoh, jika kita menginvestasikan dana sebesar Rp1.000.000, berarti kita mengharapkan keuntungan dalam jangka pendek, misalnya sebesar Rp200.000 atau setara dengan 20%.

Tujuan yang ketiga adalah mengalahkan inflasi. Jika kita memiliki dana sebesar Rp1.000.000 dan menyimpannya di bawah bantal, satu tahun kemudian jumlahnya akan tetap sama, yaitu sebesar Rp1.000.000. Namun, kemampuan beli dari uang kita tersebut akan berkurang. Awalnya, dengan uang Rp1.000.000, kita bisa membeli sebuah barang, misalnya beras sebanyak 125 kg. Satu tahun kemudian, ketika kita menggunakan dana sebesar itu untuk membeli beras, ternyata hanya mendapatkan 115 kg. Kemampuan beli dari dana yang sama tersebut berkurang karena adanya faktor inflasi. Dalam kasus ini, telah terjadi inflasi sebesar 8,75%. Dalam waktu satu tahun tersebut, untuk mendapatkan beras sebanyak 125 kg, dibutuhkan dana sebesar Rp1.087.500. Jika kita melakukan investasi dengan dana sebesar Rp1.000.000, diharapkan satu tahun ke depan, dana kita harus berkembang minumum sebesar Rp1.087.500 agar tidak tergerus oleh inflasi. Harapan kita adalah mendapatkan hasil investasi yang jauh di atas angka inflasi.

Tujuan keempat adalah untuk memiliki kehidupan yang lebih layak. Setiap orang menginginkan kemajuan dalam hidupnya, salah satunya dalam kehidupan pribadi. Jika saat ini belum memiliki mobil, diharapkan suatu saat bisa membeli mobil. Jika saat ini belum memiliki rumah tinggal, diharapkan suatu saat bisa membeli rumah tinggal untuk dihuni. Jika saat ini belum memiliki cukup dana untuk rekreasi, diharapkan suatu saat bisa bepergian menikmati keindahan bagian dunia yang lain. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melakukan investasi sedini mungkin.

Tujuan kelima adalah mempersiapkan dana pensiun. Jika seseorang memasuki usia pensiun, berarti dia tidak bisa lagi mengharapkan pendapatan dari kantor tempat ia bekerja. Begitu pun dalam keluarga. Ingat, tujuan utama dari sebuah perusahaan adalah untuk menciptakan keuntungan sehingga perusahaan tidak berkonsentrasi membiayai para pensiunan yang sudah tidak produktif lagi. Anak-anak kita pun tidak sepenuhnya bisa diandalkan karena mereka juga sudah menjadi dewasa dan memiliki kebutuhan sendiri untuk menjalani kehidupan dan meraih tujuan-tujuan hidup. Oleh karena itu, mau tak mau, kita harus mempersiapkan sendiri dana-dana yang dibutuhkan pada saat masuk usia pensiun. Pada saat usia pensiun tersebut, tentunya kondisi tubuh kita mulai menurun sehingga muncul banyak pengeluaran yang tidak terduga. Oleh karena itu, untuk bisa menikmati kecukupan dana pada saat pensiun, kita harus mulai melakukan investasi sejak dini.

Hukum Investasi
Pernahkah Anda bayangkan, seandainya setiap bulan kita melakukan investasi sebesar 100.000 selama 10 tahun dengan bunga atau hasil investasi sebesar 10% per tahun, berapakah jumlah yang kita pada tahun kesepuluh tersebut? Hasilnya adalah 999.999. Tentunya, ini merupakan angka yang fantastis mengingat kita hanya menyisihkan dana sekitar Rp3.000 setiap hari. Oleh karena itu, tidak salah jika Einstein pernah mengatakan bahwa keajaiban dunia yang kedelapan adalah sistem bunga berbunga. Kembali pada contoh sebelumnya. Bayangkan jika seandainya kita menyisihkan dana yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih lama. Tentunya, kita akan mendapatkan imbal hasil investasi yang lebih fantastis lagi. Hasil yang jauh lebih tinggi juga bisa kita dapatkan jika kita melakukan investasi pada instrumen yang memberikan bunga lebih dari 10% per tahun.

Dari hal tersebut, kita bisa melihat, setidaknya ada tiga hukum investasi, yaitu dana, waktu, dan interest(sukubunga). Semakin besar dana yang kita investasikan, semakin tinggi imbal hasil investasi yang kita dapatkan.Semakin lama kita melakukan investasi, semakin tinggi juga imbal hasil investasi yang kita dapatkan. Semakin besar suku bunga yang kita terapkan dalam investasi, semakin tinggi juga imbal hasil investasi yang kita dapatkan. Namun, khusus untuk yang satu ini, kita juga perlu memahami bahwa semakin besar suku bunga yang ada, semakin besar pula risiko yang akan kita hadapi. Dalam investasi, selalu berlaku prinsip high risk, high return. Kita harus menilai diri sendiri dulu, apakah kita bersedia menanggung risiko.

0 komentar:

Posting Komentar